Ajari aku menggunakan pena akan ku tulis gemercik air, udara dingin, kabut senja, sampai daun gugur.
pernah dulu suatu ketika kita bertemu itupun kita tidak ingat jika bertemu bila kita tidak banyak membicarakan kejadian dimasa lalu. ternyata kita berada diwaktu yang sama, ditempat yang sama kita banyak menertawakan banyak bagian hidup kita yang beririsan, lingkungan kita, aktivitas kita, pertemanan kita (betapa dekatnya!)
tertegun dengan bagaimana cara tuhan mempertemukan kita. diwaktu yang tak terduga.
setelah hari itu kita berpisah tanpa pernah ada waktu untuk kembali bercengkrama dikarenakan mungkin kesibukan masing-masing individu yang ada.
aku merindu ...
merindukan mendengar gelak tawa yang sering menemani saat bersama
merindukan suatu suka dan duka yang memberikan bumbu kebersamaan kita
meridukan setiap omelan yang ada disetiap pertemuan kita
merindukan kehangatan penuh cinta diantara kita
iyaa, aku merindukan banyak hal akan masa-masa yang pernah kita lewati bersama.
hari ini rasa rindu itu kian memuncak tat kala sudah terlalu lama tak ada kabar dari kalian?
salahku, aku begitu gengsi dan jual mahal untuk mengawali cerita ini kembali.
dan aku memilih diam, dengan sejuta kegundahan diselimuti kerinduan
disudut ini ...
Andita Apriyani (Emak)
dia sahabatku, yang sekarang menempuh pendidikan di kota metropolitan jakarta. sudah lama tak saling menyapa. dulu aku begitu dekat dengannya namun pernah suatu ketika. kami memilih untuk saling menjauh menutup diri atas setiap keterbukaan. apa itu yang menjadi alasan sampai detik ini tak kutemukan lagi cerita yang ada?
aku selalu ingin membuang prasangka yang ada namun, lagi lagi dan lagi itulah yang terlintas.
meski kata maaf saling terucapkan namun tak mampu mengubah, kisah bahwa kita tak sehangat dulu.
tetap saja aku merindukanmu, berharap kita dapat kembali bersama.
Annisa Putri Amelia (Mbok Nis)
dia sabahabatku, dialah sosok yang mempunyai pemikiran yang dewasa diantara aku dan mereka. apa adanya. satu kampus, satu wilayah. namun begitu sulit untuk bertemu. menampakan muka, bahkan untuk saling bercerita saat ini tak ada ruang.
aku merindukannya, merindukan setiap kata-kata omelannya yang pedas, merupakan bentuk kepeduliannya padaku. namun sayang, kini tak dapat kutemui atau aku dengarkan lagi. karena mungkin dia bersama yang lain.
Dede Santa Luvita Pakpahan (Taplak)
dia sahabatku, cewek super tomboy (dulu) namun saat ini dia semakin cantik dengan feminimnya :)
satu kampus, bahkan satu fakultas. apalah daya ketika bertemu tak seperti dulu. beruntung jika say hello, terkadang saling mengacuhkan meungkin bingung bagaimana untuk saling memulai kembali.
aku merindukanmu, merindukan saat menikmati senja libur dipagi hari, merindukan setiap canda yang selalu kita buat.
Neni Triana (Nenek)
dia sahabatku, sahabat yang centil dan banyak maunya, berisik tapi dia orang yang paling mudah luluh dengan tangisan sosok keibuan. sama saja meski satu kampus. butuh banyak perjuangan dan waktu yang lama untuk mengagendakan beberapa waktu untuk bersama.
aku merindukanmu, merindukan setiap keluh kesah cinta yang selalu diutarakan, yang mengundang canda-tawa dalam kebersamaan.
Radisty Noorvizir (Moku)
dia sahabatku, sahabat dalam diam. yang mau mendengarkan aku saat ketika semua orang menutup telinga, sahabat pertamaku saat memasuki masa putih abu-abu. memahamiku dalam diam, dan keheningan.
aku merindukanmu, jarak mampu menyita waktu yang ada, tak ada lagi pemahaman seperti dulu. yang selalu menjadi orang pertama mengulurkan tangan dan menghapus airmata saat itu. saat aku terjatuh ..
Riska Alvionita (Keteng)
Dia sahabatku, sahabat yang bawel dan menyukai kegalauan. sosok yang melow untuk setiap kejadiann yang ada.
aku merndukanmu, merindukan setiap curahan kegalauan yang ada, yang terkadang menjadi canda-tawa dalam setiap kebersamaan.
Ganis Mahesa Putra (Autis)
dia sahabatku, satu-satunya sahabat cowok yang aku punya bersama BG7. aku mengenalnya lebih dulu dibanding aku mengenal yang lainnya. iya, dimulai saat bersama disalah satu bimbingan belajar. sahabat yang selalu bersama selama 3 tahun masa putih abu-abu. saat ini kabarnya dia menjadi bupati di jurusannya :)
aku merindukanmu, merindukan canda-tawa yang ada, cerita yang ada mungkin menggoreskan luka. tapi bukankah kata maaf sudah saling terucapkan? mengapa pada kenyataanya kita belum saling berdamai, membisu dalam ruang yang ada. bisa kah kita melupakannya. jangan tanya tentang luka karena aku juga terluka. aku hanya ingin bersama kembali dalam persahabatan yang ada, aku merindukanmu, merindukan kalian.
Syilvia Novriani (Bunda)
dia sahabatku, aku memanggilnya bunda. aku mencintainya, menyayanginya layaknya apa yang menjadi cintaku terhadap mama.
aku merindukanmu, merindukan kehangatan pelukan dan nasihat-nasihatmu untukku dan untuk mereka. lama tak berjumpaa bundaa ...
tuhan dan rahasia ...
waktu yang tepat "everything is about timing, timing is everything"
waktu yang tepat, tepat menurut perhitungan sang maha pencipta yang menguasai waktu
aku dan mungkin kita semua selalu dibuat gelisah oleh waktu, merasa tidak berdaya karena waktu terus menerus mempermainkan kekhawatiran kita. waktu tidak menerima kompromi, ia terus berjalan kedepan meski dicaci, dibenci, ia tidak peduli. ia melangkah pasti meninggalkan kita dalam kecemasan waktu yang akan datang, bahkan jejak yang ditinggalkan oleh waktu pun tidak lekas hilang begitu saja. beberapa bahkan tak hilang hingga hari ini
setiap kali melihat kebelakang membuat kita terpuruk dan semakin khawatir akan waktu yang akan datang, kita tidak bisa meminta waktu mempercepat langkahnya atau memperlambat langkahnya. ia akan terus berjalan dengan irama yang pasti meski terlihat pelan ia berjalan sangat jauh bahkan untuk satu detik dan ia tidak pernah terulang. sekali terlewati hilang sudah semuanya berubah menjadi masa lalu, akupun berpacu dengan waktu ia yang tak pernah mau diajak berbicara, tak pernah mendengarkan selama ini mungkin aku maki kini kujadikan teman, ia menjadi pengingatku yang luar biasa bahkan untuk mencari kalianpun aku seolah-olah bekejaran dengan waktu padahal aku tau ... waktu sendiri tidak peduli, tapi aku peduli dengan kalian ...
dengan tidak membiarkan kalian lama-lama menunggu ...
tidak akan membiarkan kekhawtiran kalian lebih lama ...
tidak mau membuat kalian resah karena waktu terus beranjak ...
sementara aku tak kunjung datang dan waktu dengan sombongnya tidak peduli dengan semua itu ... tapi aku peduli ...
kalian ada dalam setiap doa dan sujudku, maaf untuk setiap keriduan yang tersimpan dala keheningan..
Jumat, 29 Mei 2015
Senin, 25 Mei 2015
Menanti Tulisanmu
Menanti Tulisanmu ..
aku selalu menanti tulisanmu ...
karena, darimana lagi aku tau, tentang apa yang sedang kamu pikirkan bila tidak dari sana
kita tidak pernah bercakap-cakap tentang sesuatu yang dalam, hanya sebuah sapaan
aku selalu menunggu tulisanmu ...
karena, darimana lagi aku tau tentang apa jalan pikiranmu, tentang masalah yang kamu hadapi, atau tentang perasaan yang sedang kamu rasakan
meski tulisan itu, tidak sepenuhnya mewakili perasaan, setidaknya aku tau perasaanmu masih hidup untuk nantinya aku cintai itupun bila kamu mengizinkan
aku selalu membaca tulisanmu ...
dari halaman satu hingga halaman yang aku yakin akan terus bertambah
karena, darimana lagi aku bisa mengenalmu dengan leluasa bila tidak dari sana. aku bahkan tidak kuasa menyebut namamu dihadapan temanmu bahkan temanku. aku harus menunggu sepi atau malam hari untuk berulang-ulang setiap kata yang lahir dari pikiran dan kata hatimu
aku menyukai cara jatuh cinta seperti ini . tidak kamu tau dan akupun tidak harus repot-repot bertanya kesana-kemari tentangmu hari ini.
teruslah menulis karena suatu hari salah satu tulisanmu akan aku wujudkan ...
tentang resahmu menunggu seseorang yang tak kamu tau siapa, tapi kamu percaya pasti datang ...
"aku pasti datang" Jawabku.
kita semacam sepakat untuk menyimpan perasaan kita terlebih dahulu tanpa harus membuat kesepakatan. Karena, kita tau dan sama-sama tau bahwa kita perlu menjaga diri sendiri dalam waktu yang sifatnya berbatas.
Mengapa berbatas? Karena, kita tau semua ini akan ada akhirnya. apalah arti satu hari, satu minggu, satu bulan bila kesabaran itu menghadiahi kita kejutan yang tidak terduga.
bahwa kesabaran itu akan memberikan kita kebahagiaan yang lebih panjang usianya.
karena kita tau bahwa seperti ini tidak selamanya kita sedang diuji ...
diuji dengan sesuatu yang mungkin sedang kita hindari, mungkin juga sesuatu yang paling kita inginkan
kita diuji tentang sesuatu yang mungkin kita belum siap. padahal urusan kesiapan itu tidak pernah bisa dilihat oleh manusia. karena kesiapan itu sebuah pemberian. pemberian dari tuhan, bukankah selama ini kita diminta untuk berdoa guna meneguhkan hati?
dan urusan hati, itu benar-benar urusan-Nya.
kita semacam sepakat untuk tidak membicarakan ini secara terang-terangan. Karena, kita mengerti bahwa akan ada waktunya bagi kita untuk berbicara ...
(fotonya candid bareng ikbal PFS4 sobat bumi Indonesia, pas kemaren travelling setelah acara Sobi SUMMIT 2015 di Kota Padang :))
aku selalu menanti tulisanmu ...
karena, darimana lagi aku tau, tentang apa yang sedang kamu pikirkan bila tidak dari sana
kita tidak pernah bercakap-cakap tentang sesuatu yang dalam, hanya sebuah sapaan
aku selalu menunggu tulisanmu ...
karena, darimana lagi aku tau tentang apa jalan pikiranmu, tentang masalah yang kamu hadapi, atau tentang perasaan yang sedang kamu rasakan
meski tulisan itu, tidak sepenuhnya mewakili perasaan, setidaknya aku tau perasaanmu masih hidup untuk nantinya aku cintai itupun bila kamu mengizinkan
aku selalu membaca tulisanmu ...
dari halaman satu hingga halaman yang aku yakin akan terus bertambah
karena, darimana lagi aku bisa mengenalmu dengan leluasa bila tidak dari sana. aku bahkan tidak kuasa menyebut namamu dihadapan temanmu bahkan temanku. aku harus menunggu sepi atau malam hari untuk berulang-ulang setiap kata yang lahir dari pikiran dan kata hatimu
aku menyukai cara jatuh cinta seperti ini . tidak kamu tau dan akupun tidak harus repot-repot bertanya kesana-kemari tentangmu hari ini.
teruslah menulis karena suatu hari salah satu tulisanmu akan aku wujudkan ...
tentang resahmu menunggu seseorang yang tak kamu tau siapa, tapi kamu percaya pasti datang ...
"aku pasti datang" Jawabku.
kita semacam sepakat untuk menyimpan perasaan kita terlebih dahulu tanpa harus membuat kesepakatan. Karena, kita tau dan sama-sama tau bahwa kita perlu menjaga diri sendiri dalam waktu yang sifatnya berbatas.
Mengapa berbatas? Karena, kita tau semua ini akan ada akhirnya. apalah arti satu hari, satu minggu, satu bulan bila kesabaran itu menghadiahi kita kejutan yang tidak terduga.
bahwa kesabaran itu akan memberikan kita kebahagiaan yang lebih panjang usianya.
karena kita tau bahwa seperti ini tidak selamanya kita sedang diuji ...
diuji dengan sesuatu yang mungkin sedang kita hindari, mungkin juga sesuatu yang paling kita inginkan
kita diuji tentang sesuatu yang mungkin kita belum siap. padahal urusan kesiapan itu tidak pernah bisa dilihat oleh manusia. karena kesiapan itu sebuah pemberian. pemberian dari tuhan, bukankah selama ini kita diminta untuk berdoa guna meneguhkan hati?
dan urusan hati, itu benar-benar urusan-Nya.
kita semacam sepakat untuk tidak membicarakan ini secara terang-terangan. Karena, kita mengerti bahwa akan ada waktunya bagi kita untuk berbicara ...
(fotonya candid bareng ikbal PFS4 sobat bumi Indonesia, pas kemaren travelling setelah acara Sobi SUMMIT 2015 di Kota Padang :))
Sabtu, 23 Mei 2015
Sebuah Cerita #17
Setelah sekian lama, tidak ada yang berbeda dari cerita ini. Masih
saja sama, dan mungkin akan terus begitu. Melepaskan dan nantinya
kembali jatuh pada sosok yang sama.
Dan untuk kesekian kalinya, kata-kata itu masih tertulis indah disini (hati) meski telah menjadi kenangan. Walaupun kembali salah menafsirkan akan sesuatu. Masihkah bertahan akan harapan itu?
Entahlah arus air begitu deras, namun tak berombak layaknya lautan.
Seharusnya ...
Bukankah kemarin adalah keputusan yang terbaik yang kita pilih bersama. Diam dan hening dalam ruang waktu yang ada.
Tak ada kalimat yang terucap dalam perjalanan waktu. Siapa yang harus disalahkan? Jarak? Waktu? Atau Tuhan? ...
Ditengah hiruk-pikuk malam, akan aku tuliskan sesuatu dilangit ...
(selama ini aku hanya mampu mencintaimu dalam diam, tak terungkap. Tapi aku tak mau menyebutnya ini cinta ...
Menyibukkan diri akan segala hal, yang artinya aku menghujam setiap rindu dan pikiran akan hadirnya yang dinamakan cinta. Bahkan tak pelak bersikap dingin akan keramah-tamahan sosok yang datang menghampiri. Hanya ada kata maaf, ini bukan bentuk keegoisan yang aku inginkan. Terpaksa melakukan untuk sebuah komitmen dan harapan.
Sedari lama aku telah dikecewakan, tapi apalah daya, masih saja bersikeras untuk menaruhnya dalam penantian. Kini untuk kesekian kalinya aku tahu, kamu meletakkan hati pada dia yang mungkin memang sosok yang lebih baik.
Memberontak ...
Membenci apa yang menjadi keputusanku. Namun tiba-tiba terniang bisikan manja ...
"Belum saatnya, boleh jadi kamu harus memperbaiki diri. Jika memang menjadi hak, sejauh apapun pergi akan kembali dengan sendirinya"
Memilih tidak mengatakannya, membiarkan menjadi misteri. Hanya Tuhan dan aku yang tau.
Jelas aku terluka, kamu begitu hebat membuat goresan luka ini. Salahkan aku memilih dan menjatuhkan hati padanya?
Berulang kali aku terjatuh ...
Menangis ...
Merasakan kesakitan ...
Perih ...
Kisah ini begitu memprihatinkan. Namun aku tak mau menganggapnya ini kisah kesedihan.
Cinta adalah kebahagiaan, cinta adalah harga diri, cinta adalah rasionalitas sempurna, cinta adalah kesederhanaan.
Tak kuasa aku membenci. Tak berdaya aku untuk memusuhi. Bukankah cinta senang melihat orang yang dicintainya bahagia. Terserah apa penfasiran tentang apa yang telah aku lakukan. Perjuangan, atau apa saja ...
Seharusnya dari dulu aku harus menyadarkan diri. Bahwa aku bukanlah yang menjadi penantianmu, meski kamu adalah sosok yang ada dalam penantianku.
Sejak saat itu aku hanya mampu memandang dari kejauhan, tersenyum dari sudut kecil disana, mengagumimu dalam keheningan, mencintaimu dalam diam, mengharapkanmu dalam kesendirian, merindukanmu dalam gelap malam, dan saat ini hanya mampu mengingatmu dalam kenangan. Akan segera aku menghapus namamu dalam mimpi, tak akan aku mengusik kehidupan yang telah kamu pilih.
Sejatinya, aku mundur atas apa yang dinamakan perjuangan. Bukan karena aku lelah, hanya saja aku tak ingin memaksakan apa yang mungkin telah menjadi takdir. Cukup sudah, biarkan semua menjadi kenangan yang indah. Cerita kisah kasih yang memberikan pembelajaran. Kamu lelaki hebat, bahagia pernah mengukir warna pelangi bersama ...
Mungkin beberapa saat menjadi hal yang sulit bagiku. Tapi tak mengapa, ini menjadi pilihan dalam hidupku. Dan benar jika memang kamu yang menjadi hak bagiku, kamu akan datang berjuang dan meminta kembali. Tapi jka tidak biarkanlah ...
Biarkan ini menjadi kisah klasik yang indah dan penuh misteri)
Malam semakin larut, tulisan itu tersimpan rapat bersama rahasia Tuhan. Tidak tahu kapan akan terungkap. sebuah cerita ...
Dalam sajak yang dilupakan anak muda
(Tereliye)
Waktu, adalah ujian seberapa lama cinta bisa menunggu
Jarak, adalah ujian seberapa jauh cinta bisa melewati perjalanan
Perbedaan, adalah ujian seberapa pandai cinta bisa saling memahami
Kesempatan, adalah ujian seberapa teguh cinta bisa memutuskan
Masalah, adalah ujian seberapa tangguh cinta bisa bertahan
Dan terakhir Melepaskan, adalah ujian seberapa rindu cinta bisa kembali
Note: cerita ini terinspirasi dari kisah seorang abang diranah minang kemarin dengan posisi dan sudut pandang seorang wanita. Keep calm bang
Dan untuk kesekian kalinya, kata-kata itu masih tertulis indah disini (hati) meski telah menjadi kenangan. Walaupun kembali salah menafsirkan akan sesuatu. Masihkah bertahan akan harapan itu?
Entahlah arus air begitu deras, namun tak berombak layaknya lautan.
Seharusnya ...
Bukankah kemarin adalah keputusan yang terbaik yang kita pilih bersama. Diam dan hening dalam ruang waktu yang ada.
Tak ada kalimat yang terucap dalam perjalanan waktu. Siapa yang harus disalahkan? Jarak? Waktu? Atau Tuhan? ...
Ditengah hiruk-pikuk malam, akan aku tuliskan sesuatu dilangit ...
(selama ini aku hanya mampu mencintaimu dalam diam, tak terungkap. Tapi aku tak mau menyebutnya ini cinta ...
Menyibukkan diri akan segala hal, yang artinya aku menghujam setiap rindu dan pikiran akan hadirnya yang dinamakan cinta. Bahkan tak pelak bersikap dingin akan keramah-tamahan sosok yang datang menghampiri. Hanya ada kata maaf, ini bukan bentuk keegoisan yang aku inginkan. Terpaksa melakukan untuk sebuah komitmen dan harapan.
Sedari lama aku telah dikecewakan, tapi apalah daya, masih saja bersikeras untuk menaruhnya dalam penantian. Kini untuk kesekian kalinya aku tahu, kamu meletakkan hati pada dia yang mungkin memang sosok yang lebih baik.
Memberontak ...
Membenci apa yang menjadi keputusanku. Namun tiba-tiba terniang bisikan manja ...
"Belum saatnya, boleh jadi kamu harus memperbaiki diri. Jika memang menjadi hak, sejauh apapun pergi akan kembali dengan sendirinya"
Memilih tidak mengatakannya, membiarkan menjadi misteri. Hanya Tuhan dan aku yang tau.
Jelas aku terluka, kamu begitu hebat membuat goresan luka ini. Salahkan aku memilih dan menjatuhkan hati padanya?
Berulang kali aku terjatuh ...
Menangis ...
Merasakan kesakitan ...
Perih ...
Kisah ini begitu memprihatinkan. Namun aku tak mau menganggapnya ini kisah kesedihan.
Cinta adalah kebahagiaan, cinta adalah harga diri, cinta adalah rasionalitas sempurna, cinta adalah kesederhanaan.
Tak kuasa aku membenci. Tak berdaya aku untuk memusuhi. Bukankah cinta senang melihat orang yang dicintainya bahagia. Terserah apa penfasiran tentang apa yang telah aku lakukan. Perjuangan, atau apa saja ...
Seharusnya dari dulu aku harus menyadarkan diri. Bahwa aku bukanlah yang menjadi penantianmu, meski kamu adalah sosok yang ada dalam penantianku.
Sejak saat itu aku hanya mampu memandang dari kejauhan, tersenyum dari sudut kecil disana, mengagumimu dalam keheningan, mencintaimu dalam diam, mengharapkanmu dalam kesendirian, merindukanmu dalam gelap malam, dan saat ini hanya mampu mengingatmu dalam kenangan. Akan segera aku menghapus namamu dalam mimpi, tak akan aku mengusik kehidupan yang telah kamu pilih.
Sejatinya, aku mundur atas apa yang dinamakan perjuangan. Bukan karena aku lelah, hanya saja aku tak ingin memaksakan apa yang mungkin telah menjadi takdir. Cukup sudah, biarkan semua menjadi kenangan yang indah. Cerita kisah kasih yang memberikan pembelajaran. Kamu lelaki hebat, bahagia pernah mengukir warna pelangi bersama ...
Mungkin beberapa saat menjadi hal yang sulit bagiku. Tapi tak mengapa, ini menjadi pilihan dalam hidupku. Dan benar jika memang kamu yang menjadi hak bagiku, kamu akan datang berjuang dan meminta kembali. Tapi jka tidak biarkanlah ...
Biarkan ini menjadi kisah klasik yang indah dan penuh misteri)
Malam semakin larut, tulisan itu tersimpan rapat bersama rahasia Tuhan. Tidak tahu kapan akan terungkap. sebuah cerita ...
Dalam sajak yang dilupakan anak muda
(Tereliye)
Waktu, adalah ujian seberapa lama cinta bisa menunggu
Jarak, adalah ujian seberapa jauh cinta bisa melewati perjalanan
Perbedaan, adalah ujian seberapa pandai cinta bisa saling memahami
Kesempatan, adalah ujian seberapa teguh cinta bisa memutuskan
Masalah, adalah ujian seberapa tangguh cinta bisa bertahan
Dan terakhir Melepaskan, adalah ujian seberapa rindu cinta bisa kembali
Note: cerita ini terinspirasi dari kisah seorang abang diranah minang kemarin dengan posisi dan sudut pandang seorang wanita. Keep calm bang
Inspirated by Yudhi Rahman Sikumbang
Selasa, 21 April 2015
together with us
entah sejak kapan cerita akan kisah ini dimulai. pertanyaan-pertanyaan kapan bertemu? mengenal? dekat? dsb biarkan menjadi misteri dari sang waktu.
nyatanya mereka lah yang saat ini mewarnai kehidupanku. aku percaya Tuhan tidak akan membiarkan hambanya merasa sendiri. sepi dan hening dalam kesendirian ...
setiap hari selalu saja ada cerita yang menjadi topik pembahasan untuk sekedar ngumpul bareng.
suka, duka, sebel, kesel, capek, lelah, tawa, canda, nangis, marah, semua berlalu bersama mereka
benar-benar aku bersyukur bisa mengenal mereka, menjadi bagian dari mereka. senyum, canda tawa terlukis dengan indah nya. Alhamdulillah ...
Tuhan ..
boleh aku meminta, memohon, dan menghamba ????
jangan biarkan mereka pergi, biarkan mereka selalu hadir dalam kehidupan ini. bahkan selamanya ...
aku tidak tau apa yang akan terjadi ketika mereka hilang.
cukup mereka yang lainnya (BG7+M) yang menjauh dari kehidupan ini. tidak dengan mereka.
hampa terasa bila tanpa canda mereka saat ini. akan aku jaga baik-baik silahturahmi ini, tak akan aku membiarkannya menjadi puing-puing yang berserakan. cukup cukup cukup sekian yang terjadi yang telah berlalu.
biarkan mereka bersamaku, biarkan mereka bercada bersamaku, biarkan mereka hadir dalam kehidupannku, biarkan mereka melukiskan kisah bersamaku, biarkan mereka bergurau bersamaku, biarkan mereka berjalan bersamaku. biarkan ... biarkan ...
"with us, I enjoy opening every day"
salam, Pagelaran budaya Sobi Camp
nyatanya mereka lah yang saat ini mewarnai kehidupanku. aku percaya Tuhan tidak akan membiarkan hambanya merasa sendiri. sepi dan hening dalam kesendirian ...
setiap hari selalu saja ada cerita yang menjadi topik pembahasan untuk sekedar ngumpul bareng.
suka, duka, sebel, kesel, capek, lelah, tawa, canda, nangis, marah, semua berlalu bersama mereka
benar-benar aku bersyukur bisa mengenal mereka, menjadi bagian dari mereka. senyum, canda tawa terlukis dengan indah nya. Alhamdulillah ...
Tuhan ..
boleh aku meminta, memohon, dan menghamba ????
jangan biarkan mereka pergi, biarkan mereka selalu hadir dalam kehidupan ini. bahkan selamanya ...
aku tidak tau apa yang akan terjadi ketika mereka hilang.
cukup mereka yang lainnya (BG7+M) yang menjauh dari kehidupan ini. tidak dengan mereka.
hampa terasa bila tanpa canda mereka saat ini. akan aku jaga baik-baik silahturahmi ini, tak akan aku membiarkannya menjadi puing-puing yang berserakan. cukup cukup cukup sekian yang terjadi yang telah berlalu.
biarkan mereka bersamaku, biarkan mereka bercada bersamaku, biarkan mereka hadir dalam kehidupannku, biarkan mereka melukiskan kisah bersamaku, biarkan mereka bergurau bersamaku, biarkan mereka berjalan bersamaku. biarkan ... biarkan ...
"with us, I enjoy opening every day"
salam, Pagelaran budaya Sobi Camp
tempat nongkrong baren olif, tiwi, sama dewi ya ruang jurnal, kalo selfie ga ada yang liat hahaha
kalo mau backpacker keliling-keliling dua makhluk inilah orangnya, love yunda, love mutikk
gaya pose-nya mutik ga pernah berubah, sok eksotis wkwkwk (UI, depok)
PFS 4
kalo ada apa-apa ya sama mereka Gengs malem :-p
Sobat Bumi Palembang
BEMFE :)
Rabu, 01 April 2015
21st for me #Latepost
Happy birthday to you ..
happy birthday to you ...
happy birthday, happy birthday ...
happy birthday to you ...
Selamat ulang tahun, 21 tahun telah berada di bumi Tuhan entah apa yang telah diri ini lakukan. sungguh mungkin begitu banyak kesalahan yang disengaja sehingga membuat banyak orang terluka karena keegoisan. tak lupa rasa syukur akan setiap nikmat yang telah diberikan oleh-Nya begitu indah, begitu anugrah ...
waktu terus berjalan bersama semilir angin tak terasa dulu masih belia sebagai peri kecil, kini diri ini telah tumbuh menjadi remaja. remaja yang seperti apa? hanya orang yang berhak menilai.
Hari ini, 01 Februari 2015 akan kuingat sebagai hari pendewasaan diri ...
mulai melangkah lebih jauh, banyak hal yang berubah ada yang tiba, ada yang hilang, ada yang datang, ada pula yang pergi ...
adegan per adegan pun berjalan silih berganti. tentang siapa-siapa yang memang benar-benar tulus, ternyata aku banyak salah dalam menilai orang. pertanyaan-pertanyaan selama ini, memang ternyata waktulah yang menjawabnya. sebagian besar sisa pertanyaan yang belum terjawab, maka akan aku kembali serahkan kepada Allah dan waktu seutuhnya. biarlah mereka yang menjawab ...
Alhamdulillah, begitu banyak kesempatan pembelajaran dan pengalaman yang berarti dalam menapaki perjalanan hidup ini...
meski duka dan lara tak kunjung berhenti menghampiri, canda dan kebahagianpun tak berhenti menghiasi menggoreskan senyuman ...
terimakasih untuk orang-orang hebat yang beberapa waktu ini telah mengisi ruang untuk menuliskan cerita dan kisah baru tentang jejak pertualangan hidup ini ....
31 Januari 2015, pukul 00.05 WIB
malam ini entah sulit untuk tidur karena memang banyak deadline tugas yang harus dikerjakan, lupa akan hari bahagia terlahir kedunia ini. tak sadar ternyata temen-temen satu kosan bersama sahabat lainnya telah merencanakan sesuatu untuk memberikan surprise. terimakasih rere, ayu, bang herman, faisal, hendra, robby dll untuk waktu nya rela-rela keluar tengah malem dateng kekosan buat ngerayain ulang tahun aku ...
kesesokan harinya ...
mama dan adek menelpon dan mengucapkan "Selamat Ulang Tahun Mbak" (beserta doa yang panjang lebar) ...
selain hal diatas banyak surprise berdatangan ...
satu minggu setelah hari sebenarnya ulang tahun, teman-teman organisasi yang memberikan surprise yang sama sekali tiidak terduga, berbarengan dengan perayaan ulang tahun indah dan kak debby yang juga telah berlalu, alhasil ini beberapa jepretaan dokumentasi perayaannya ...
satu hari berikutnya, keluarga kecil di kementrian tempat aku mengabdi saat ini yaitu KPK dan sahabat lainnya yang juga memberikan surprise dan juga tidak dapat diduga, terimakasih emak (novi sri septi), acha, mbak ririn dan lail-lain ...
dua hari berikutnya, orang-orang hebat lainnya juga memberikan aku kejutan dan mungkin ini sangat menyiksa, awalnya mau mengantar seseorang sahabat ke bandara, karena pada sore hari itu ia akan pergi keboston. sudah direcanakan jauh hari. namun sikap jahil dari keluarga kecilku lainnya tak disangka begitu kejam hahahah, niatnya cuma diajak rapat buat konsep agenda hari bumi. keluarga kecil ini dipertemukan dalam suatu ruang lingkup sebagai sobat bumi indonesia. mereka begitu konyol begadang sampai pagi, hang out bareng ga jelas, masak-masak semaunya dan beberapa hal lainnya. sudah lumayan banyak goresan cerita bersama mereka. mereka juga yang beberapa waktu ini, memberikan senyuman, berkolaborasi sama anak-anak himpunan jurusan, dengan teganya, melakukan hal seperti ini ...
yang lebih parah lagi perayaan ulang tahun setelah 3 bulan dari hari lahir aku. semua dilakukan oleh sahabat-sahabat dikelas, mereka yang saat ini sebagai teman untuk berbagi dan juga melakukan kekonyolan, perayaan kali ini bareng sama perayaan ulang tahun diosi yang malah lebih kacau lewat 4 bulan dari hari lahirnya, entah apa yang menjadi pikiran makhluk-makhluk aneh (mutik, debby, fendra) ckckck ...
"God, very Alhamdulillah about this all, and i hope they can always stay beside me ..."
sekali lagi aku bersyukur bisa mengenal kalian semua, terimakasih untuk segala sesuatunya, sayang kalian, semoga hubungan silahturahmi ini akan awet sampai kapanpun, aminn ya Rabb ...
dalam hening sepi aku merindu, merindukan sesuatu yanng dulu pernah ada. bukan tidak bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan olehnya-Nya namun memang terasa tidak lengkap cerita ini tanpa ada goresan cerita lainnya, yang dulu pernah menuliskan kisah.
sederhana saja ada beberapa yang aku harap mereka mengingat namun hal itu hanya sekedar harapan semu belaka ...
aku telah mengalah terhadap ego ini, tetapi tetap saja, piring yang retak tidak akan kembali seperti semula, aku berharap mereka ada ...
dari 7 orang yang aku harap memberikan kabar hanya 3 orang yang mungkin mengingatnya. dan itu terkesan biasa meski berupa tulisan ...
tapi aku tidak boleh egois bukan? mungkin saja ada sesuatu hal yang penting , dan menjadi skala prioritas mereka saat ini sehingga tidak dapat memberikan ucapan singkat dsb di hari bahagia ini. kembali lagi aku merasa terasingkan ketika bersama mereka saat ini. yang aku tahu sampai detik ini aku tetap menyayangi mereka, mencintai mereka, dan aku selalu berharap suatu saat aku dapat menuliskan kembali kisah dan menggoreskan pena untuk cerita yang abadi di kemudian hari ...
"Sebelum kita sejauh matahari, kita pernah sedekat nadi ..."
Salam Rindu teruntuk orang-orang hebat tersayang yang dulu pernah memberikan senyuman terindah ...
Andita Apriyani (mak goreng)
Annisa Putri Amelia (mbak nisa)
Dede Santa Luvita Pakpahan (taplak)
Ganis Mahesa Putra (autis)
Neni Triana (nenek)
Radisty Noorfizir (moku)
Riska Alvionita (keteng)
happy birthday to you ...
happy birthday, happy birthday ...
happy birthday to you ...
Selamat ulang tahun, 21 tahun telah berada di bumi Tuhan entah apa yang telah diri ini lakukan. sungguh mungkin begitu banyak kesalahan yang disengaja sehingga membuat banyak orang terluka karena keegoisan. tak lupa rasa syukur akan setiap nikmat yang telah diberikan oleh-Nya begitu indah, begitu anugrah ...
waktu terus berjalan bersama semilir angin tak terasa dulu masih belia sebagai peri kecil, kini diri ini telah tumbuh menjadi remaja. remaja yang seperti apa? hanya orang yang berhak menilai.
Hari ini, 01 Februari 2015 akan kuingat sebagai hari pendewasaan diri ...
mulai melangkah lebih jauh, banyak hal yang berubah ada yang tiba, ada yang hilang, ada yang datang, ada pula yang pergi ...
adegan per adegan pun berjalan silih berganti. tentang siapa-siapa yang memang benar-benar tulus, ternyata aku banyak salah dalam menilai orang. pertanyaan-pertanyaan selama ini, memang ternyata waktulah yang menjawabnya. sebagian besar sisa pertanyaan yang belum terjawab, maka akan aku kembali serahkan kepada Allah dan waktu seutuhnya. biarlah mereka yang menjawab ...
Alhamdulillah, begitu banyak kesempatan pembelajaran dan pengalaman yang berarti dalam menapaki perjalanan hidup ini...
meski duka dan lara tak kunjung berhenti menghampiri, canda dan kebahagianpun tak berhenti menghiasi menggoreskan senyuman ...
terimakasih untuk orang-orang hebat yang beberapa waktu ini telah mengisi ruang untuk menuliskan cerita dan kisah baru tentang jejak pertualangan hidup ini ....
31 Januari 2015, pukul 00.05 WIB
malam ini entah sulit untuk tidur karena memang banyak deadline tugas yang harus dikerjakan, lupa akan hari bahagia terlahir kedunia ini. tak sadar ternyata temen-temen satu kosan bersama sahabat lainnya telah merencanakan sesuatu untuk memberikan surprise. terimakasih rere, ayu, bang herman, faisal, hendra, robby dll untuk waktu nya rela-rela keluar tengah malem dateng kekosan buat ngerayain ulang tahun aku ...
kesesokan harinya ...
mama dan adek menelpon dan mengucapkan "Selamat Ulang Tahun Mbak" (beserta doa yang panjang lebar) ...
selain hal diatas banyak surprise berdatangan ...
satu minggu setelah hari sebenarnya ulang tahun, teman-teman organisasi yang memberikan surprise yang sama sekali tiidak terduga, berbarengan dengan perayaan ulang tahun indah dan kak debby yang juga telah berlalu, alhasil ini beberapa jepretaan dokumentasi perayaannya ...
satu hari berikutnya, keluarga kecil di kementrian tempat aku mengabdi saat ini yaitu KPK dan sahabat lainnya yang juga memberikan surprise dan juga tidak dapat diduga, terimakasih emak (novi sri septi), acha, mbak ririn dan lail-lain ...
dua hari berikutnya, orang-orang hebat lainnya juga memberikan aku kejutan dan mungkin ini sangat menyiksa, awalnya mau mengantar seseorang sahabat ke bandara, karena pada sore hari itu ia akan pergi keboston. sudah direcanakan jauh hari. namun sikap jahil dari keluarga kecilku lainnya tak disangka begitu kejam hahahah, niatnya cuma diajak rapat buat konsep agenda hari bumi. keluarga kecil ini dipertemukan dalam suatu ruang lingkup sebagai sobat bumi indonesia. mereka begitu konyol begadang sampai pagi, hang out bareng ga jelas, masak-masak semaunya dan beberapa hal lainnya. sudah lumayan banyak goresan cerita bersama mereka. mereka juga yang beberapa waktu ini, memberikan senyuman, berkolaborasi sama anak-anak himpunan jurusan, dengan teganya, melakukan hal seperti ini ...
- diikat dipohon
- dilempar telor, terigu, air comberan, kopi, syrup dll
- didandanin jadi peri hutan
- ditinggal sendirian kayak orang gila disaat hujan deres
- diceburin kecomberan
- lengkap sudah bukan? setelah penderitaan penyiksaan tersebut. tanpa muka bersalah lilin dinyalakan prosesi dilanjutkan, wkwkwk ....
terimakasih partner, boyot, danu, ical, kemit, selfi dll ..
yang lebih parah lagi perayaan ulang tahun setelah 3 bulan dari hari lahir aku. semua dilakukan oleh sahabat-sahabat dikelas, mereka yang saat ini sebagai teman untuk berbagi dan juga melakukan kekonyolan, perayaan kali ini bareng sama perayaan ulang tahun diosi yang malah lebih kacau lewat 4 bulan dari hari lahirnya, entah apa yang menjadi pikiran makhluk-makhluk aneh (mutik, debby, fendra) ckckck ...
"God, very Alhamdulillah about this all, and i hope they can always stay beside me ..."
sekali lagi aku bersyukur bisa mengenal kalian semua, terimakasih untuk segala sesuatunya, sayang kalian, semoga hubungan silahturahmi ini akan awet sampai kapanpun, aminn ya Rabb ...
dalam hening sepi aku merindu, merindukan sesuatu yanng dulu pernah ada. bukan tidak bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan olehnya-Nya namun memang terasa tidak lengkap cerita ini tanpa ada goresan cerita lainnya, yang dulu pernah menuliskan kisah.
sederhana saja ada beberapa yang aku harap mereka mengingat namun hal itu hanya sekedar harapan semu belaka ...
aku telah mengalah terhadap ego ini, tetapi tetap saja, piring yang retak tidak akan kembali seperti semula, aku berharap mereka ada ...
dari 7 orang yang aku harap memberikan kabar hanya 3 orang yang mungkin mengingatnya. dan itu terkesan biasa meski berupa tulisan ...
tapi aku tidak boleh egois bukan? mungkin saja ada sesuatu hal yang penting , dan menjadi skala prioritas mereka saat ini sehingga tidak dapat memberikan ucapan singkat dsb di hari bahagia ini. kembali lagi aku merasa terasingkan ketika bersama mereka saat ini. yang aku tahu sampai detik ini aku tetap menyayangi mereka, mencintai mereka, dan aku selalu berharap suatu saat aku dapat menuliskan kembali kisah dan menggoreskan pena untuk cerita yang abadi di kemudian hari ...
"Sebelum kita sejauh matahari, kita pernah sedekat nadi ..."
Salam Rindu teruntuk orang-orang hebat tersayang yang dulu pernah memberikan senyuman terindah ...
Andita Apriyani (mak goreng)
Annisa Putri Amelia (mbak nisa)
Dede Santa Luvita Pakpahan (taplak)
Ganis Mahesa Putra (autis)
Neni Triana (nenek)
Radisty Noorfizir (moku)
Riska Alvionita (keteng)
Kamis, 19 Februari 2015
Mereka? Ilmu dan Cinta Untuk Anak Negeri
aku belajar dan tersenyum dari mereka, mereka yang begitu tangguh, yang selalu menguatkan jiwa ini untuk terus berjuang meraih mimpi :)
Oleh : Sherly Damayanti (Fakultas Ekonomi
Universitas Sriwijaya)
Pendidikan adalah induk semang kebudayaan, ketika suatu
Negara memiliki kualitas pendidikan yang baik maka akan berdampak pada
peningkatan segala sektor lain seperti ekonomi, pembangunan, kesehatan,
pertanian, dan lain-lain. Negara kita Indonesia sebagaimana termaktub dalam UUD
1945 akan menjamin pendidikan anak bangsa, seperti tercantum pada pasal 31 ayat
1 dan 2 bahwa: “setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan dan setiap
warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib
membiayainya. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) nyatanya belum
mampu mengentaskan masalah pendidikan itu sendiri.
Sebagai agen perubahan, mahasiswa
bertindak bukan ibarat pahlawan yang datang ke sebuah negeri lalu dengan
gagahnya mengusir penjahat-penjahat dan dengan gagah pula sang pahlawan pergi
dari daerah tersebut diiringi tepuk tangan penduduk setempat. Dalam artian
tidak hanya menjadi penggagas perubahan, melainkan menjadi objek atau pelaku
dari perubahan tersebut. Sikap kritis mahasiswa sering membuat sebuah perubahan
besar dan membuat para pemimpin yang tidak berkompeten menjadi gerah dan cemas. Sadar atau tidak, telah banyak
pembodohan dan ketidakadilan yang dilakukan oleh pemimpin bangsa ini. sebagai
mahasiswa seharusnya berpikir untuk mengembalikan dan mengubah semua ini.
Perubahan yang dimaksud tentu perubahan kearah yang positif dan tidak
menghilangkan jati diri sebagai mahasiswa dan Bangsa Indonesia. Namun untuk
mengubah sebuah negara, hal utama yang harus dirubah terlebih dahulu adalah
diri sendiri.
Peran sentral perjuangan Mahasiswa
sebagai kaum intelektualitas muda memberi secercah sinar harapan untuk bisa
memperbaiki dan memberi perubahan-perubahan positif di negeri ini. Tidak
dipungkiri, bahwa perubahan memang tidak bisa dipisahkan dan telah menjadi
sinkronisasi yang mendarah daging dari tubuh dan jiwa para mahasiswa. Dari
mahasiswa dan pemudalah selaku pewaris peradaban munculnya berbagai
gerakan-gerakan perubahan positif yang luar biasa dalam lembar sejarah kemajuan
sebuah bangsa dan negara.
Unsri mengajar adalah salah satu implementasi tiga dasar
pendidikan tinggi yaitu pengabdian. Yang mana di unsri mengajarlah inilah
tempat para mahasiswa ikhlas dalam berbakti dan mengabdi kepada masyarakat.
Ditengah banyaknya program pemerintah yang digulirkan mengenai pendidikan akan
tapi masih banyak kaum-kaum marginal yang dari segi pendidikan dan ekonomi
mereka masih jauh dari kata tersentuh oleh indahnya program-program pemerintah
tersebut. Maka dari itu unsri mengajar ingin menjangkau keterbataasan
pendidikan bagi anak-anak yang belum berkesempatan mendapatkannya dan sebagai
aplikasi dari tugas mahasiswa yakni agen of change.
Berawal dari kegiatan
Bina Desa Program Kreativitas Mahasiswa
Pengabdian Masyarakat muncul ide untuk membentuk suatu program kerja Mengajar
di salah satu Departemen Organisasi Mahasiswa. Dimana hal ini dilakukan karena
realita lapangan kehidupan masyarkat di desa binaan tersebut jauh dan tak
tersentuh. kebijakan
pemerintah belum seutuhnya menyentuh masalah utama yang ada di masyarakat. Desa binaan unsri mengajar desa Tanjung Seteko tingkat pendidikan yang rendah
serta angka putus sekolah masih tergolong tinggi. Padahal keberadaan desa
Tanjung Seteko yang merupakan daerah terluas di indralaya dengan luas
38,20 km2, dekat dengan lokasi pusat pemerintahan kabupaten Ogan
Ilir yang hanya berjarak 5 km, berjarak dari pusat pendidikan tinggi
Universitas sriwijaya sejauh 1.5 km, tidak mendapat perhatian khusus baik dari
pendidikan, dan insfratruktur. Hal ini diperparah dengan belum masuknya akses
listrik sehingga membuat para siswa sulit untuk menggali ilmu pengetahuan di
malam hari padahal indralaya memiliki pembangkit listrik berkapasitas 40 MW. Serta jauhnya letak Bangunan pendidikan dari
jangkauan mereka.
Hampir tiga tahun bersama mereka, menyatu dalam kehidupan
mereka yang penuh dengan keterbatasan. Ada kebahagian tersendiri yang tak
pernah bisa diungkapkan dengan kata-kata, senyuman mereka yang selalu tersirat
mengatakan “Tenanglah tak ada yang harus dikhawatirkan” bertolak belakang
dengan situasi dan kondisi yang sebenarnya. Bersama mereka belajar berjuang hidup dalam keterbatasan. Maka dari
itu, Unsri mengajar membentuk wadah dan strktural sendiri agar lebih leluasa
dalam melakukan pergerakan dimana apabila tetap bertahan sebagai program kerja
dalam Departemen Organisasi Mahasiswa tersebut tentunya akan banyak halangan
birokrasi yang rumit.
Setelah adanya kesepakatan dengan organisasi tertinggi
Mahasiswa yang menaungi Unsri mengajar itu sendiri, saat ini Unsri Mengajar
merupakan bentuk Badan Semi Otonom yang diberikan kekuasaan untuk mengambil
keputusan, sehingga leluasa bergerak tanpa hambatan dari birokrasi kampus.
Unsri mengajar tidak serta-merta hanya kegiatan belajar mengajar saja, tetapi
ada beberapa program kerja lainnya yang dilakukan seperti Bazar baju murah,
Gerakan satu barang sejuta senyuman sebagai wadah Pendanaan bagi Unsri
mengajar, karena setelah resmi menjadi Badan Semi Otonom, Unsri mengajar
terlepas dari pendanaan Kegiatan Kemahasiswaan Kampus. Sehingga untuk terus
berjalan Unsri mengajar harus Mandiri dalam Pendanaan. Selain itu ada
kegiatan-kegiatan lainnya seperti, Gerakan Sehat Sehari sebagai kegiatan untuk
perbaikan gizi anak-anak dalam ruang lingkup Unsri Mengajar. Dan ada satu
kegiatan yang sedang dalam proses yaitu Gerakan Orang Tua Asuh, merupakan Gerakan
Pencarian dan Penghimpun donasi untuk biaya hidup dan pendidikan dengan tujuan
mengurangi angka putus sekolah serta meningkatkan kualitas pendidikan bagi
anak-anak didik Unsri Mengajar. Dengan harapan bahwa melalui Gerakan Orang Tua
Asuh ini, bisa menjadi langkah awal untuk mencerdasarkan anak-anak bangsa
khususnya di Desa Tanjung Seteko dan panti asuahan Al Ali. Pola pengasuhan
dalam program ini diartikan sebagai pemberian jaminan biaya pendidikan bagi
anak-anak yatim dan pelajar dari keluarga kurang mampu (dhuafa) sekaligus
membangun “ikatan kasih sayang” antara anak asuh dan orang tua asuh melalui
berbagai saluran komunikasi secara intensif.
Bila ingin mencari komunitas gerakan mahasiswa yang
mengabdi tanpa pamrih, dan bervisi mencerdaskan bangsa maka unsri
mengajarlah tempatnya. Karena di unsri mengajar inilah para mahasiswa sebagai
pemuda – pemudi bangsa mengabdikan diri, pemikiran, dan waktunya untuk mau
bertanggung jawab atas kualitas generasi bangsa selanjutnya.
Detik Perubahan Bangsa: Antara Aku, Hatta dan Indonesia
menyelami dunia sastra melalui otobiografinya salah satu pahlawan bangsa yang sikap, tindakan bahkan kisahnya layak untuk dijadikan teladan dalam hidup ini ....
Oleh
: Sherly Damayanti (Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya)
Tiadalah
Indonesia tanpa andil pemuda di dalamnya, kalimat ini akan terdengar sangat
egois jika hanya dipandang dari satu arah saja, namun jika kita coba menengok
jauh ke belakang, membuka sedikit pengetahuan kita tentang sejarah perjuangan
pemuda sebelum dan sesudah kemerdekaan, tentu bukanlah hal yang naif, kalimat
itu untuk kita iya-kan keabsahannya. dimulai dari terbentuknya Budi Utomo, di
deklarasikannya Sumpah Pemuda, pergerakan angkatan 1945, sampai pergerakan
Reformasi tidak luput dari peran pemuda di dalamnya. Sehingga pemuda selalu
menjadi elemen bangsa yang selalu di banggakan karena berperan penting dalam perubahan Indonesia ke arah
yang lebih baik.
Generasi muda
saat ini memang butuh disiram air sejuk berlabel inspirasi. Kisah heroik
tokoh-tokoh teladan perlu diangkat ke permukaan. Selain untuk meretas optimisme
baru, juga untuk menyembul harapan ke muka mereka. Para pemuda harus menyadari
bahwa laju nasib bangsa ini ada di tangan mereka: apakah melaju ke depan, ke
belakang, atau justru stagnan. Jiwa
mereka juga harus dihujani dengan optimisme dan kemantapan hati. Meneladani
kepemimpinan bapak bangsa akan membuat anak-anak muda makin yakin dengan
tongkat perjuangan yang sedang mereka pegang. Menilik kisah para pendiri bangsa
memang serupa oase di tengah geger psimisme. Teladan yang lahir dari seorang
Soekarno, Hatta, dan Kartini diharapkan dapat menumpas kegelapan dan melukis ribuan
inspirasi di benak generasi muda.
Sejarah
Indonesia adalah sejarah pemudanya (Ben Anderson)
Pemuda
Indonesia memiliki daftar panjang masalah adalah sesuatu yang tak terbantahkan.
Mereka bak menara gading—menjulang tinggi tanpa mengakar kuat—. Publik
dibuat terkesiap karena aksi-aksinya yang tidak lagi melejitkan capaian. Aksi man
on the street para mahasiswa yang menuntut pemerintah berhenti menindas
rakyat ternyata malah menyengsarakan rakyat: membakar ban, menyandera
kendaraan, merusak fasilitas umum, membuat jalan macet. Aksi demo kenaikan
harga BBM adalah contoh yang tepat. Perangai generasi muda juga terjerembab
dalam kawah yang tidak ketimuran. Kaum muda Indonesia sebagai driver
futuritas bangsa harus kembali pada fitrah kepemudaannya. Generasi muda harus
mampu meruwat lagi mimpi-mimpi Indonesia dan menerjemahkannya dalam bahasa yang
nyata. Sesegera mungkin menjelma menjadi manusia Indonesia seutuhnya. Manusia
Indonesia yang diliputi dengan kesiapan untuk tumbuh dalam kesulitan, siap
menghadapi risiko, dan mampu memecahkan tantangan-tantangan. Manusia Indonesia
model begitu dapat kita jumpai dalam sosok salah satu bapak Proklamator seperti
Bung Hatta. Lihatlah bagaimana jiwa manusia Indonesia sejati itu melekat dalam
diri Beliau. Jiwa itu jugalah yang berhasil menghantarkannya menjadi pemimpin
yang disegani di Indonesia bahkan di dunia.
Bung Hatta salah satu tokoh Proklamotor kita dan sosok yang
selalu hidup dalam keserdehanaan dan jauh dari pengaruh ingin memanfaatkan
ketokohan serta kekuasaan yang dimiliki buat kepentingan pribadi dan
keluarga. DR(HC) Drs.H.Mohammad Hatta dilahirkan di Bukittinggi Sumatera Barat
pada 12 Agustus 1902. Terlahir dengan nama Mohammad Athar .Bung Hatta juga kita
kenal sebagai seorang diplomat, negarawan, bapak Koperasi, wakil Presiden I
R.I. Sikap beliau yang dikagumi banyak orang adalah sangat sederhana, jujur, santun,
hemat. Hidup beliau benar-benar dibaktikan buat kepentingan bangsa dan negara. Penjara
sudah tak terhitung kalinya beliau rasakan dalam memperjuangkan bangsa dan
negara dari kekuasaan penjajah bersama Soekarno. Bung Hatta
selalu berusaha melakukan yang terbaik dalam segala hal, misalnya dengan
bersikap hati-hati dan melakukan perencanaan yang matang. Semua tugas-tugas
yang dibebankan kepadanya dilakukan dengan sepenuh hati, dan direncanakannya
dengan sebaik mungkin agar memperoleh hasil yang maksimal.
Layaknya
seorang yang jatuh cinta, aku begitu benar-benar menganggumi apa yang telah
dilakukan Bung Hatta. Terutama sikap kesederhanaan dan diplomatik beliau. Dunia
perkuliahan mampu membuat aku terjerembab dalam dilematika apa itu yang menjadi
peran Mahasiswa. Menjadi agent of change,
iron stock, dan control social,
terkadang membuat sosok diri ini ambigu untuk melangkah. Begitu banyak generasi
yang acuh akan kehidupan bangsa saat ini, tak perlu jauh hidup dikalangan
mahasiswa elite, dan glamour yang selama ini mindset banyak orang tentang Fakultas
Ekonomi. Membuat aku terkesima dan menyatakan aku tak mampu seperti itu. Namun
disiplin ilmu itu merupakan apa yang menjadi cita-citaku sejak kecil. Bertahan
dengan ruang lingkup yang sebenarnya tak mampu aku mengarunginya. sebuah
komitmen dan mimpi yang mebuat aku tetap bertahan, tekad yang kuat untuk
mengubah mindset kebanyakan orang
itu, bahwa tak semua mahasiswa ekonomi seperti apa yang mereka pikirkan.
Buktinya aku mampu menjadi mahasiswa yang aktif dan berprestasi dikampus, dan
Alhamdulillah mampu menjadi teman bagi mereka, meski dengan pakaian dan
kehidupan yang apa adanya. Tak perlu menjadi orang lain, hanya tetap menjadi
diri sendiri aku membuktikan semuanya. Selain itu, dalam organisasi. Bukan hal
awam tentang Aksi turun kejalan, kadang kala tindakan tersebut tak sesuai
dengan batin ini, terkadang logika dan hati bertarung, bergejolak menentang
akan hal itu. Entahlah aku selalu berfikir hal tersebut adalah tindakan sia –
sia yang semakin merusak citra apa yang
dinamakan Mahasiswa, apakah hal tersebut harus tetap dilakukan? Tidak ada jalan
lain? Aku membuktikan tanpa turun
kejalan permasalahan dapat diselesaikan. Bukankah Bung Hatta yang lembut hati,
selalu mencari strategi untuk berjuang tanpa kekerasan. Senjata ampuh yang
digunakan tokoh proklamator kita ini adalah otak dan pena. Dari pada melawan
dengan kekerasan beliau lebih memilih untuk menyusun strategi, melakukan
negosiasi, lobbying, dan menulis
berbagai artikel dan buku untuk memperjuangkan nasib bangsa. Prinsip tanpa
kekerasan ini muncul karena rasa hormat Bung Hatta pada sesama manusia, baik
kawan atau pun lawan. Walaupun Bung Hatta tidak setuju dengan pendapat atau pun
seseorang, beliau tidak lalu membenci orang tersebut, tetapi tindakan dan
pendapatnyalah yang tidak beliau setujui. Misalnya saja, Bung Hatta yang sangat
kuat keteguhan beragamanya tidak menyukai hal-hal yang berbau duniawi yang pada
saat itu umumnya berasal dari negeri seberang. Tapi bukan berarti dia lalu
membenci orang-orang asing. Beliau memiliki banyak teman bangsa asing dan
banyak pemikiran bangsa asing yang positif (disiplin, etos kerja positif) yang
beliau adaptasi untuk kemajuan bangsa. Sikap ini menyebabkan Bung Hatta
dihormati oleh semua orang: kawan atau pun lawan.
Walaupun
Bung Hatta sudah tiada, beliau tetap hidup melalui pemikiran, prinsip, dan
kualitas pribadi beliau yang positif. sudah selayaknyalah kita teladani sisi
positif kualitas kepemimpinan beliau yang berpegang teguh pada prinsip,
berjuang tanpa kekerasan, berusaha melakukan yang terbaik, dan senantiasa
berkarya untuk kepentingan bangsa. Merdeka!
Referensi:
Hatta,
Mohammad, Membangun Ekonomi Indonesia, Jakarta : Inti Idayu Press,
1998.
Hatta,
Mohammad, Mendayung Di Antara Dua Karang, Jakarta : Kementrian
Republik
Indonesia, 1948.
Hatta,
Mohammad, Untuk Negeriku, Jakarta,
Kompas, 2011
06 November 2012, 05.13, diakses
03 Januari 2015, 22.10.
Langganan:
Postingan (Atom)

























